Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat

Bidang I - Pengelolaan Hutan Lestari

SubBidang:

  1. Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan;
  2. Perhutanan Sosial;
  3. Multiusaha (RIL-C dan ENR).

Penguatan Tata Kelola Hutan Produksi dan Hutan Lindung Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Akselerasi Pencapaian Indonesia’s FOLU Net Sink 2030

Periode Pelaksanaan

Maret 2024 – Desember 2025

Total Alokasi Anggaran

Rp 5.000.000.000,-

Sumber Pendanaan

Dana Kerjasama Indonesia – Norwegia Tahap Kesatu

  1. Pencegahan Karhutla;
  2. Pengembangan usaha Perhutan Sosial dan Hutan Adat;
  3. Kemitraan Lingkungan;
  4. Peningkatan usaha jasa lingkungan hutan produksi dan HHBK.
  1. Patroli Kebakaran Hutan dan Pemadaman Kebakaran Hutan bersama Satgas Dalkarhutla di 20 lokasi rawan Karhutla.
  2. Sosialisasi kebakaran hutan di 20 lokasi di wilayah kelola KPH pada tahun 2024 dan 10 lokasi di tahun 2025
  3. Tersusunnya Buku Pengendalian Kebakaran Hutan
  4. Bimtek Pengendalian Kebakaran hutan untuk Anggota MPA di 3 lokasi
  5. Pengadaan alat pengolahan HHBK sebanyak 7 Unit
  6. Alat Packaging Madu sachet 3 unit
  7. Depot Air Minum isi Ulang 2 unit
  8. Alat Pengolah Sirup Pala 2 unit
  9. Pengadaan Alat sarana Prasarana Ekowisata:
  10. Perahu arung jarum standart rafting 5 unit
  11. Glamping 5 unit
  12. Penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Sumatera Barat sebanyak 100 orang berasal dari KUPS Gold (68 Unit).
  13. Sekolah Lapang dalam rangka peningkatan kelola kelembagaan kelompok perhutanan sosial pemanfaatan HHBK Rotan di HKm Simatalu Kabupaten Mentawai sebanyak 40 orang dari 7 unit kelompok HKm dan Hutan Adat di Kebupaten Mentawai
  14. Tersedianya 15,000 batang bibit Produktif (HHBK)
  15. Peningkatan kompetensi tenaga teknis pengelolaan hutan lestari sebanyak 25 orang
  1. Prakondisi (20%)
    Focus Group Discussion untuk merumuskan kegiatan super prioritas dari Rencana Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Sumatera Barat, pada beberapa lokus prioritas utama.
  2. Implementasi (60%)
    Implementasi kegiatan berdasarkan hasil rumusan di tahapan prakondisi.
  3. Monitoring dan Evaluasi (20%)
    Membangun sistem dan mekanisme monitoring dan evaluasi implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di Provinsi Sumatera Barat.
  1. KPHL Pasaman Raya (Unit I);
  2. KPHL Agam Raya (Unit II);
  3. KPHL Sijunjung (Unit V);
  4. KPHP Mentawai (Unit X dan Unit X);
  5. KPHL Hulu Batanghari (Unit VII);
  6. KPHP Pesisir Selatan (Unit IX);
  1. Pemerintah (Kementerian / Lembaga atau Pemerintah Daerah);
  2. Masyarakat Pelaku Usaha Pemanfaatan Hutan.

Project Management Unit for Norway’s Contribution (PMU-NC) merupakan Tim Pengelola FOLU Net Sink 2030 Melalui Dukungan Dana Kerja Sama Indonesia Norwegia.

📍 Gedung Manggala Wanabakti
      Blok IV, Lantai 2
      Jakarta - 10270