Yayasan Bambu Lingkungan Lestari

Bidang II - Peningkatan Cadangan Karbon

SubBidang:

  1. Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Restorasi Ekonomi dan Ekologi Bambu Agro-Ekologi Wilayah Nusa Tenggara Timur untuk Mendukung FOLU Net Sink 2030
Periode Pelaksanaan

Juli 2023 – Desember 2025

Total Alokasi Anggaran

Rp 20.000.000.000,-

Sumber Pendanaan

Dana Kerjasama Indonesia – Norwegia Tahap Kesatu

  1. Register Lokus Agroforestri Provinsi NTT
  2. Pelaksanaan Aksi Mitigasi RHL
  3. Pendorong Kegiatan RHL
  4. Pembangunan Akses Pasar
  5. Pengoptimalan Peran IPTEK
  6. Monitoring
  7. Partisipasi di kegiatan nasional/global
  8. Dukungan strategis manajemen
  1. Peningkatan kapasitas masyarakat desa dan Pemda setempat tentang IFNS 2030;
  2. Kebijakan Desa/RKPS Tentang Pengaturan dan Penganggaran Desa Bambu Agroforestri;
  3. Tersedianya bibit yang siap tanam;
  4. Penanaman seluas 4.000 ha di 10 Kabupaten;
  5. Tersusunnya silabus/kurikulum Sekolah Lapang Bambu Agro-ekologi;
  6. Pameran produk bambu dan Agro-ekologi;
  7. Instrumen Pengelolaan Bambu Agro-ekologi dan Pangkalan data desa bambu;
  8. Materi newsletter, konten situs web, dan konten media sosial mengenai Implementasi proyek untuk mendukung IFNS 2030.
  1. Memajukan desa sebagai garda terdepan konteks pengelolaan Hutan Lestari dalam Perhutanan Sosial melalui praktik bambu agro-ekologi berkelanjutan dan mitigasi bencana;
  2. Meningkatkan nilai ekonomi bambu agro-ekologi pada dasar domestik maupun global untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusi;
  3. Meningkatkan kualitas dan efektivitas kerja sama multi-stakeholders melalui pendekatan 4P dalam mencapai tujuan FOLU Net Sink 2030 untuk peningkatan cadangan karbon dan menjaga keanekaragaman hayati termasuk mendorong kebijakan pendukung di tingkat sub-nasional (Provinsi Nusa Tenggara Timur);
  4. Mendukung pencapaian Indonesia untuk memenuhi Nationally Determined Contributions (NDC) dengan pengelolaan karbon dan harga yang adil dan berkelanjutan.
  1. Kabupaten Manggarai Barat
  2. Kabupaten Manggarai
  3. Kabupaten Manggarai Timur
  4. Kabupaten Ngada
  5. Kabupaten Nagekeo
  6. Kabupaten Ende
  7. Kabupaten Sikka
  8. Kabupaten Sumba Timur
  9. Kabupaten Alor
  10. Kabupaten Timor Tengah Utara
  1. Penerima manfaat utama program ini adalah masyarakat yang hidup di sekitar dan dalam kawasan hutan, terutama kelompok masyarakat adat dan lokal di 31 desa tersebar di 10 kabupaten wilayah Provinsi NTT dengan total estimasi sebesar 2.480 orang dengan 60% penerima manfaat adalah perempuan, serta 25 orang tenaga kerja masyarakat lokal di Rumah Produksi Bersama.
  2. Penerima manfaat instansi dan staf/pengurus dari pemerintah dan lembaga di level desa, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten sebesar 685 orang.
  3. Penerima manfaat ketiga Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) sebesar 310 orang.

Project Management Unit for Norway’s Contribution (PMU-NC) merupakan Tim Pengelola FOLU Net Sink 2030 Melalui Dukungan Dana Kerja Sama Indonesia Norwegia.

📍 Gedung Manggala Wanabakti
      Blok IV, Lantai 2
      Jakarta - 10270